Wendy P. Poetra. Sukses Usaha Lele One Stop Shopping

Wendy P. Poetra. Sukses Usaha Lele One Stop Shopping

Fokusbisnis.com, Jakarta – Tak banyak pemuda yang terjun ke usaha agribisnis khususnya pembibitan lele. Selain tingkat kematian yang tinggi serta persaingan harga yang ketat membuat banyak pelaku usaha lele gulung tikar. Namun tak begitu dengan Wendy P. Poetra. Meski hampir putus asa, karena banyaknya bibit yang mati dan tak mendapatkan untung setahun menjalankan usaha, namun pria yang pernah gagal di bisnis jasa cleaning sevice ini memilih bertahan. Dengan semangat dan kerja keras, lambat laun usaha pembibitan lele yang diberi nama Pembibitan Sangkuriang Sakti (Sangkuti) itu mulai menghasilkan. Selain menyediakan bibit, Wendy pun menyediakan kolam terpal, pakan dan berbagai kebutuhan bagi siapapun yang ingin berusaha budidaya lele. Seperti apa perjalanan pemuda 27 tahun ini merintis usahanya?

Gagal menjalankan usaha jasa cleaning service yang dilakoninya selama tiga tahun tak membuat Wendy P. Poetra kapok berwirausaha. Pemuda yang masih berusia 27 tahun itu pun terus mencari peluang usaha yang bisa mendatangkan untung dan bertahan lama. Berbekal ilmu pembibitan lele yang diperoleh dari pelatihan dari maestro lele sangkuriang, Abah Nasrudin di daerah Ciawi, Jawa Barat, Wandy pun mantap terjun ke usaha pembibitan lele di tahun 2012 dengan nama Pembibitan Sangkuriang Sakti Farm (Sangkuti).

Dengan modal awal sekitar Rp 20 jutaan, Wendy memulai usaha. Modal tersebut digunakan untuk biaya pelatihan pembibitan lele Rp 1,5 juta selama 3 hari dan membuat beberapa kolam pembibitan berbahan batu bata ukuran 4 x 3 x 1 meter serta membeli indukan untuk dipijahkan. “Jadi pembibit lele memang bukan cita-cita, tapi saya bisnis budidaya lele cukup besar. Nah kalau pembesaran lele butuh waktu 2 bulan baru panen, kalau bibit bisa panen lebih cepat, makanya saya pilih jadi pembibit lele,” ujar alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta.

Hampir Putus Asa. Meski sudah menguasai semua teori pembibitan lele, namun nyatanya menjalankan usaha pembibitan lele tak semudah seperti yang dibayangkan. Dua bulan pertama Wendy menjalani 3-4 kali pemijahan (perkawinan dan penetasan) tak menghasil apa-apa. Bahkan selama proses pemeliharaan bibit selama beberapa bulan, Wendy mengalami kerugian karena sebagian besar bibit mati tiap harinya. Hal tersebut diakui Wendy sangat mempengaruhi psikologinya apakah akan melanjutkan usaha tersebut atau tidak. “Sekitar satu tahun usaha, saya tidak mendapatkan hasil,” ungkapnya.

Namun setelah mengetahui permasalahan yang dihadapi, lambat laun proses budidaya yang dijalankan mulai menghasilkan. Selain bisa menambah jumlah kolam, angka kematian ikan terus berkurang, membuat Wendy semakin percaya diri meneruskan usaha pembibitan lele.

One Stop Shopping. Setelah Wendy berhasil melalui kesulitan di usaha pembibitan lele, sejak 2013, Wendy mulai menjual bibit lele sangkuriang pada konsumen. Dengan terus meningkatnya permintaan membuat Wendy harus menambah jumlah kolam menjadi sekitar 40 kolam pembibitan di pertengahan 2013.  Melihat prospek budidaya yang semakin cerah, selain menjual bibit lele,  Wendy juga menawarkan berbagai keperluan budidaya lele. Mulai dari kolam terpal, pakan hingga berbagai keperluan budidaya lele.

Dari puluhan kolam yang dimiliki, Wendy mengatakan bisa melakukan 3 kali pemijahan dalam waktu 1-2 bulan. Dari 4 betina dan 3 jantan yang dipijahkan Wendy bisa menghasilkan sekitar 150 ribu benih lele. Dilihat dari kapasitas tersebut, bisa dihitung dalam satu musim proses pemijahan (1 bulan) omset yang bisa didapat sekitar Rp 90 – 100 juta. Bila ditambah dengan penjualan terpal dan pakan, tiap bulannya Wendy mampu meraup omset diatas Rp 100 juta. “Saya masih melayani kawasan Jabodetabek saja, karena memang sampai saat ini saya belum bisa memenuhi permintaan konsumen dari luar Jabodetabek,” ungkap Wendy yang sudah memiliki konsumen tetap di daerah Bogor, Cibinong, Depok, Tangerang.

Bagaimana Weddy bertahan di usaha yang tak menhasilkan selama satu tahun?  Simak selengkapnya di tabloid Wirauasha edisi khusus Lebaran 2015 yang bisa diperoleh di lapak koran terdekat. (dr)