Syamsul Bahri, Omset Ratusan Juta dari Batu Akik

Syamsul Bahri, Omset Ratusan Juta dari Batu Akik

Fokusbisnis.com, Jakarta – Tren gamstone atau yang lebih dikenal dengan batu akik dua tahun terakhir memang sangat menakjubkan. Hampir di setiap tempat muncul pelaku usaha batu akik yang menawarkan berbagai jenis batu akik. Salah satu yang sempat merasakan jatuh bangun usaha batu akik ini adalah Syamsul Bahri dengan Samudra Gamstone-nya. Booming batu akik membawa berkah bagi pria asli Betawi ini. Awal usaha omset yang diperoleh hanya puluhan ribu, tapi kini ratusan juta tiap bulan bisa diraih Syamsul. Seperti apa usaha pria yang membentuk komunitas Batu TBK alias Tukang Batu Kantoran ini?

Jika beberapa tahun lalu gamstone atau batu akik dianggap sebagai aksesori kuno bahkan identik dengan aksesori para dukun, namun lain halnya saat ini, batu akik sudah menjadi salah satu aksesori yang banyak diburu. Tidak heran, banyak pelaku usaha batu akik dadakan yang mencoba peruntungannya di tengah melejitnya tren batu akik.

Dari beberapa pelaku usaha batu akik yang ada, bisa dibilang Syamsul Bahri merupakan salah satu pengusaha batu akik yang sempat merasakan sulitnya menjalankan bisnis ini. Menurut Syamsul, saat mendirikan Samudra Gamstone tahun 2008, peminat batu akik belum sebesar sekarang.

Dengan bermodalkan uang sebesar ratusan ribu rupiah, pria asli Betawi ini menyewa lapak di daerah Puri Beta, Pasar Inpres Ciledug, Tangerang, Banten. Hanya mengandalkan konsumen yang lalu lalang, dalam satu hari Syamsul hanya mampu mendapat ratusan ribu rupiah. Bahkan, tak jarang ia tak mendapatkan konsumen. Meski kerap kali sepi pembeli, Syamsul mengakui kecintaan dan hobi terhadap batu akik membuat dirinya tetap setia menjalankan bisnis tersebut.

Batu Motif. Perlahan namun pasti, usaha batu yang digeluti Syamsul mulai digemari. Terlebih tren batu yang mulai mencuat sejak tahun 2013 ikut membawa namanya sebagai salah seorang pengusaha batu akik ternama di Jakarta.

Hampir semua jenis batu yang banyak digemari masyarakat ditawarkan Syamsul, mulai dari jenis Bio Solar Aceh, Nefrit Aceh, Sungai Dareh Aceh, Panca Warna Garut, Bacan Palmea dan beberapa jenis batu tenar lainnya. Namun untuk memberikan ciri khas pada usaha miliknya, sejak awal 2015, pria yang memindahkan tokonya ke daerah Sawangan, Depok ini mengaku memfokuskan pada penjualan batu bermotif yang didatangkan dari berbagai daerah. Selain karena unik, batu yang memiliki motif pastinya memiliki harga jual yang lebih mahal dibandingkan jenis batu lainnya. Tidak kurang dalam satu bulan, Syamsul bisa mengantongi omset mencapai Rp 100 juta bahkan lebih seiring dengan semakin digemarinya batu akik di masyarakat.

Motif batu yang ditawarkan Syamsul beragam, hal itu karena hampir setiap batu memiliki motif yang berbeda atau dengan kata lainnya satu gambar hanya dimiliki oleh satu batu. Seperti misalnya motif burung, motif Nyi Roro Kidul, motif gajah, motif huruf dan angka, dan beberapa motif lainnya. “Untuk jenis batu yang biasa digunakan menggunakan jenis batu akik khusus yang saya sebut dengan nama Batu Balang,” ungkapnya.

Seperti apa Syamsul mengembangkan usahanya hingga mampu meraih omset ratusan juta tiap bulannya?. Simak selengkapnya di tabloid Wirauasha edisi khusus Lebaran 2015 yang bisa diperoleh di lapak koran terdekat. (dr)