sukses bisnis fesyen hijab beromset ratusan juta

Rosie Rahmadi, Sukses Raup Omset Ratusan Juta dari Hobi

FOKUSBISNIS.COM, JAKARTA – Kegemarannya mendesain pakaian sejak kecil jadi modal Rosie Rahmadi terjun ke bisnis fesyen busana muslim. Dengan desain eksklusif dan menyasar kelas menengah atas, Rosie mampu bersaing dengan busana muslim brand ternama. Tak heran, bisnisnya berkembang pesat hingga miliki 3 brand yang diminati selebritas tanah air. Dengan menggunakan bahan katun berkualitas serta menjalin hubungan baik dengan customer dan karyawan menjadikan wanita kelahiran 34 tahun lalu ini sukses di bisnis fesyen. Seperti apa kisah lengkapnya?.

Banyak pepatah yang mengatakan jika ingin memulai bisnis, maka pilihlah bisnis yang sesuai dengan passion (minat). Hal itu lah yang yang dipegang teguh Rosie Rahmadi. Kecintaannya akan dunia fesyen membuat wanita yang akrab disapa Rosie ini mengecap sukses di usaha busana muslim. “Dari kecil saya senang menggambar dan mendesain pakaian. Kalau lebaran tidak mau dibelikan pakaian jadi, maunya jahit pakaian dari gambar (desain, -red) yang saya buat,” ujarnya pada Wirausaha.

Kebiasaan di masa kecil terbawa hingga Rosie dewasa. Jika teman-temannya jalan-jalan ke mal atau pusat rekreasi, lain halnya dengan Rosie. Ia lebih senang menghabiskan waktu di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan untuk mencari penjahit. “Dari kuliah kalau teman-teman ngajak jalan ke mal saya lebih suka ke Masyestik, nyari tukang jahit. Karena dari kecil, saya senangnya pakai baju buatan sendiri,” ujarnya.

Lepas kuliah, ia pun iseng-iseng membuat desain-desain pakaian muslim dan menjualnya melalui toko online. Bagusnya respons pasar membuat Rosie menseriusi bisnis fesyen busana muslim dengan brand Gadiza Boutique pada Maret 2010. Dengan modal sekitar Rp 35 juta Rosie memulai usaha dengan menyewa ruko di bilangan Siliwangi Depok, Jawa Barat. Sementara itu, untuk stok busana muslim di boutique-nya, Rosie kembali merogoh kocek sekitar Rp 20 juta yang digunakan untuk membeli bahan, dekorasi ruangan, serta biaya makloon ke penjahit. “Waktu itu belum punya workshop sendiri, jadi jahitnya masih pakai jasa makloon ke penjahit lain,” terang Rosie yang menjadikan nama anak pertamanya sebagai brand boutique-nya.

Minimnya pesaing di sekitar lokasi usaha serta sudah cukup banyaknya pelanggan dari online shop semakin memudahkan langkah Rosie menjual produk fesyen busana amuslim di Gadiza Boutique. Tak heran Gadiza Boutique mendapat respons yang bagus dari masyarakat. “Sebelum membuka toko offline, saya terlebih dahulu buka online shop yang menjual busana muslim, jadi pelanggan juga sudah banyak dari online shop tersebut,” ujarnya.

Dua Tahun Lahirkan Tiga Brand. Dua tahun usaha berjalan, Rosie melebarkan sayap usahanya dengan menghadirkan second brand Little Talulah. Berbeda dengan Gadiza yang menyasar para hijaber, Little Talulah menyasar anak-anak dengan desain minimalis dan menggunakan warna-warna soft. “Selain banyak permintaan dari pelanggan, saya juga bosan lihat busana muslim anak yang itu-itu saja desainnya. Warnanya full colour dan motif kembang-kembang. Iseng-iseng saya desain sendiri busana muslim untuk anak saya sekolah atau jalan-jalan. Eh tarnyata banyak yang suka,” ujar Rosie yang menjadikan nama anak keduanya sebagai brand busana muslim anak kreasinya.

Tidak hanya mengeluarkan busana muslim anak saja, Rosie kembali mengeluarkan brand ketiganya Rosie Rahmadi yakni busana muslim dewasa dengan kelas yang lebih tinggi dari Gadiza seperti gaun pernikahan, atau busana pesta atau konser para artis muslimah. “Jadi awalnya ada teman yang minta dibuatin busana muslim untuk wedding dan konser. Dari situ saya mendapat ide untuk membuat busana muslim yang lebih ekslusif baik dari segi desain maupun bahan yang digunakan,” ujarnya. (dr)