dulu SPG, kini miliarder

Revina Lasmaria. Dulu SPG, Kini Punya Klinik Kecantikan Beromset Rp 1 Miliar/Bulan

FOKUSBISNIS.COM, JAKARTA – Jalan hidup seseorang memang tidak ada yang bisa menebak, seperti yang dialami Revina Lasmaria. Bagaimana tidak, lantaran masalah keluarga Revina bekerja menjadi SPG (Sales Promotion Girl) demi membiayai kuliahnya di fakultas kedokteran. Lepas kuliah, ia pun sempat bekerja di klinik kecantikan hingga akhirnya ia memiliki modal membuka klinik sendiri. Keinginan membuat wanita tampil lebih percaya diri dengan wajah dan body yang enak dipandang, Ia pun membuka klinik Dermapro. Setahun usahanya berjalan kliniknya jadi langganan aris, pengusaha hingga pejabat. Tak heran tiap bulannya, Dermapro bisa mendatangkan omset Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar. Bagaimana lika-liku perjalanan Revina mengembangkan bisnis klinik kecantikan?

Setiap orang punya alasan tersendiri dalam memulai sebuah usaha. Ada yang milih bisnis sesuai dengan minat (passion), ada yang tergiur dengan banyaknya permintaan, sampai hanya yang ikut-ikutan tren usaha yang sedang booming di masyarakat. Begitu juga dengan dr. Revina Lasmaria, Pemilik sekaligus dokter di Klinik Kecantikan Dermapro yang memiliki motivasi tersendiri untuk menekuni usaha klinik kecantikan sejak tahun lalu.

Wanita yang akrab disapa Revina ini mengatakan ide untuk mendirikan klinik kecantikan berawal dari pengalamannya yang kurang percaya diri karena masalah di wajah dan juga berat badan yang berlebih. Tidak ingin ada wanita lain yang bernasib sama seperti dirinya, Revina ingin membuka klinik kecantikan selepas menyelesaikan kuliah. “Saya ingin menolong banyak perempuan yang merasa kurang percaya diri karena masalah pada wajah dan berat badan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan impiannya tersebut, Revina memutuskan untuk mengambil kuliah jurusan kedokteran di Universita Indonesia. Tidak cukup hanya lewat kuliah, Revina menambah bekal ilmu dengan mengikuti seminar seputar treatment kecantikan yang diselenggarakan di berbagai kota hingga keluar negeri seperti di Amerika dan Prancis. Tak Cuma itu selepasnya lulus tahun 2010 dari Fakultas Kedokteran, Revina kembali belajar selama 1,5 tahun untuk mendalami berbagai jenis treatment.

Berbekal ilmu yang telah di dapat selama kuliah dan mengikuti seminar, Revina mencari pengalaman dengan bekerja di salah satu klinik kecantikan yang ada di Jakarta. Selain mencari pengalaman, Revina juga tidak segan menimba ilmu dari tempatnya bekerja mulai dari perawatan kecantikan hingga tentang mengelola bisnis klinik kecantikan. “Dari situ saya banyak belajar metode-metode treatment terbaru yang up to date, sampai belajar manajemen mengelola klinik kecantikan,” akunya.

Setelah dirasa telah cukup menimba ilmu di tempatnya bekerja, Revina memutuskan untuk resign dan memuka klinik kecantikan yang diberi nama Dermapro yang terletak di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Untuk mendirikan Dermapro, Revina mengaku menghabiskan modal sebesar Rp 100 juta yang digunakan untuk sewa tempat, dekorasi ruangan, hingga member peralatan kebutuhan klinik kecantikan. (dr)