PT Timah.

PT Timah Akui Terima Surat Daru KKP, Gowes Nusantara Bersatu Tetap Sukses

Fokusbisnis.com, Jakarta – PT Timah membenarkan adanya Surat Menteri Kelautan Dan Perikanan RI Nomor B-717/MEN-KP/XI/2016 tentang penghentian kegiatan penambangan pasir timah di Provinsi Babel. Surat tersebut ternyata sudah keluar bulan lalu tepatnya tanggal 23 November 2016, namun aktivitas tambang terus berjalan.

Humas PT Timah, Reni Hutagalung mengetahui adanya surat tersebut. Namun, surat tersebut tidak diterima oleh PT Timah, karena surat itu ditujukan ke Kementerian ESDM. “Iya betul (adanya surat dari KKP), tapi PT Ttimah tidak terima surat, surat itu ditujukan ke ESDM, pihak kita hanya dipanggil terkait surat itu oleh kementerian,” kata Reni, Jumat (23/12/2016).

Mengenai aktivitas tambang laut, Reni mengatakan hingga saat ini masih beroperasi.”Masih, Kita baru mau meeting sore ini,” katanya.

Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari Armada Babel tahun 2016, PT Timah Tbk dan Lanal Babel menggelar kegiatan bersepeda, Jumat (23/12/2016). Kegiatan yang mengambil tema “Gowes Nusantara Bersatu” ini juga digandeng dengan penanaman pohon bersama di kawasan pesisir Pantai Jelitik Sungailiat Kabupaten Bangka.

Turut memeriahkan kegiatan ini Danlanal Babel Kol Laut (Pelaut) Teguh Gunawan, Direktur Utama PT Timah M Riza Pahlevi Thabrani, Dir Ops Muhammad Rizki, GM Babel Babel Dicky Sinoritha, Kepala UPDB Benny Hutahean, Ketum IKT Ali Samsuri serta sejumlah pejabat lain di lingkungan Lanal Babel dan PT Timah.

Gowes Nusantara Bersatu dimulai dari Puri Agung di kawasan Lintas Timur dan berakhir di lokasi penanaman di pesisir Pantai Jelitik. Danlanal Babel Teguh Gunawan mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi pelaksanaan kedua kegiatan di atas.

“Kegiatan ini sangat positif sebagai bagian dari upaya kita semua dalam membangun sinergitas dan harmonisasi antarinstitusi. Selain itu juga bermanfaat bagi kesehatan dan juga lingkungan,” ujar Danlanal di sela-sela kegiatan penanaman.

Hal senada disampaikan Dirut PT Timah M Riza Pahlevi menurutnya, sebanyak 250 Pohon Cemara Laut dan Ketapang ditanam di lahan kritis eks penambangan.”Semoga apa yang kita lakukan selama ini selalu membawa manfaat bagi kita semua dan juga masyarakat di lingkungan dimana kita berada,” ujarnya. (hap/fkb)