freightship2 750

Penentuan Syarat Pembayaran dan Perdagangan Ekspor

Konsultasi Ekspor-Impor Bersama: Amir M.S.

PERTANYAAN:
Saya sangat tertarik untuk mencoba memasarkan produk kerajinan mebel dari bambu yang dibuat pengrajin saya. Tapi saya masih bingung mengenai cara pembayaran yang harus saya pilih. Pak, bagaimana caranya menetapkan syarat pembayaran beserta syarat perdagangan untuk melakukan ekspor? (Hadi Santosa – Bogor)

JAWABAN:
Cara pembayaran merupakan faktor penting dalam perdagangan internasional. Ini karena  adanya kemungkinan risiko non-payment, dan karena kebutuhan likuiditas. Tinggi rendahnya risiko pembayaran ini  dapat dikendalikan melalui cara pembayaran dan waktu pembayaran yang diatur dalam setiap transaksi ekspor.

Ada dua cara pembayaran yang lazim dilakukan dalam perdagangan internasional. Yaitu:

  1. Letter of Credit (L/C), yaitu dana yang dipersiapkan importir untuk melunasi hutangnya kepada eksportir, sejumlah yang disepakati dalam sales contract dan merujuk pada ketentuan dari The Uniform Customes and Practice of Document Letter of Credit dari Kamar Dagang Paris.
  2. Non L/C, antara lain pembayaran secara cash

Sedangkan waktu pembayaran yang lazim sesuai dengan posisi komoditi yang diperdagangkan di pasar internasional, yaitu:

  1. dibayar di muka sebelum pengapalan (advanced payment)
  2. dibayar pada saat pengapalan (on shipment)
  3. dibayar pada waktu penyerahan barang (documents against payment)
  4. dibayar beberapa waktu setelah penyerahan barang (on arrival)

Untuk komoditi yang laris di pasaran internasional kita bisa negosiasikan syarat pembayaran advanced payment. Namun bagi komoditi yang banyak saingan dan kurang laku terpaksa eksportir harus  menerima pembayaran beberapa waktu setelah pengapalan. Syarat terakhir ini jelas sangat mempengaruhi posisi likuiditas perusahaan dan risiko non payment yang cukup tinggi.

Sedangkan untuk cara perdagangannya, dalam perdagangan ekspor impor terdapat 13 macam syarat perdagangan yang diatur oleh Kamar Dagang Internasional di Paris. Syarat perdagangan itu antara lain disebut dengan istilah FOB  yaitu  Free on Board, CFR yaitu Cost and Freight, dan CIF yaitu Cost Insurance Freight.

Sebelum melangkah  memasuki pasar ekspor maka perlu  ditetapkan syarat perdagangan mana yang kita pilih sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kita selaku eksportir dalam memenuhi kewajiban untuk masing-masing persyaratan itu. Bila kita mengalami kesulitan dalam mengurus transportasi laut, maka sebaiknya jangan memilih syarat perdagangan CFR dalam penawaran harga ke luar negeri. Sebaliknya, bila kita mampu mengurus pelayaran dan menutup asuransi  dengan harga murah dan aman, sebaiknya pilihlah syarat perdagangan dalam transaksi ekspor atas dasar CFR dan CIF. Bila dengan melaksanakan  ekspor kita juga ingin melayani pembeli dengan baik serta membantu  pemerintah dalam menghasilkan devisa, maka sebaiknya  dipilih syarat perdagangan CIF.

Sedangkan Free on Board atau FOB merupakan kondisi penyerahan barang di antara penjual (eksportir) dengan pembeli (importir) dengan penetapan harga yang dihitung berdasarkan nilai barang ditambah dengan semua biaya sampai barang di atas kapal (on board). Biaya yang menjadi tanggungan pihak penjual terdiri dari bea/pajak ekspor, biaya pengangkutan komoditi dari gudang penjual ke dermaga (pelabuhan), biaya muat dari dermaga ke atas kapal serta biaya memadatkan/menyusun komoditi. Sedangkan biaya-biaya lainnya seperti uang tambang, biaya asuransi, biaya bongkar di pelabuhan pembongkaran (pelabuhan yang dituju pembeli), dan biaya angkut/transportasi hingga komoditi tersebut sampai di dalam gudang pembeli menjadi tanggungan pembeli.

Umumnya eksportir lebih memilih persyaratan FOB, karena eksportir atas biaya sendiri dan atas risiko yang dihadapi hanya menyampaikan barang yang dipesan/dibeli oleh importir di luar negeri hingga dimuat ke atas kapal di pelabuhan muat. Risiko yang ditanggung hanya selama di perjalanan darat dari gudang eksportir hingga pelabuhan muat. Hal ini berlaku pula pada syarat CFR tapi yang membedakan antara FOB dan CFR adalah tentang siapa yang menyediakan kapal laut. Untuk CFR,  eksportir berkewajiban menyediakan kapal laut untuk mengirim barang-barang yang dibeli importir.

Amir M.S., Praktisi Ekspor Impor, Telp. 021-7203788