IMG-20150804-WA0002

Menperin Saleh Sambangi Industri Olahan Kakao

Fokusbisnis.com, Makassar – Menperin jmenyambangi salah satu industri olahan kakao yang memproduksi cokelat, PT Mars Symbiocience Indonesia di Makassar.
 
Perusahaan ini berkapasitas produksi 6.000 ton kakao bubuk dan 5.000 ton lemak kakao. Mars menyerap tenaga kerja 150 orang dan menanam investasi sebesar USD 24,3 juta.
 
Sejauh ini, menurut data Kemenperin, jumlah perusahaan pengolah kakao yang pada 2010 sebanyak 15 perusahaan, telah berbiak menjadi 19 perusahaan pada 2015 ini. Kemenperin juga mencatat, kapasitas produksi juga berlipat ganda dari 345 ribu ton menjadi 765 ribu ton.
 
Ekspor kakao olahan juga menorehkan catatan positif seiring peningkatan sepanjang 2014 sebesar 23,4 persen dibanding tahun 2013. Ini karena biji kakao dalam negeri sudah mulai diserap industri hilir kakao dalam negeri.
 
“Yang juga menggembirakan adalah beroperasinya kembali lima industri pengolahan kakao yang sebelumnya tidak beroperasi dan meningkatnya kapasitas 8 perusahaan pengolahan kakao,” ujar Saleh Husin.
 
Nilai investasi juga meroket 140 persen dari USD 250 juta pada 2010, menjadi USD 600 juta pada 2014.
 
Guna memudahkan investasi industri kakao atau cokelat, Pemerintah menyiapkan infrastruktur, pelayanan satu pintu, fasilitas fiskal berupa tax allowance dan pembebasan bea masuk atas impor mesin pengolahan. (oey)