Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang

Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Tanggapi Pedagang Daging yang Mogok

Fokusbisnis.com, Jakarta – Jakarta sebagai kota jasa dan tujuan wisata setiap hari membutuhkan daging sapi sekitar 60 ton sehari untuk kebutuhan konsumsi masyarakat dan dunia usaha seperti Hotel, restoran, cafe, catering, warung padang dan UKM lainnya.

“Memasuki bulan puasa kita sudah merasakan pergerakan kenaikan harga daging sapi, dan hampir 2 minggu paska lebaran kita melihat harga daging sapi pada posisi stabil tinggi,” kata Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang di Jakarta, Selasa (11/8)

Menurut Sarman yang juga Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta, normalnya 10 hari paska lebaran harga akan turun stabil.

Kebutuhan daging 2015 diperkirakan sebanyak 640 ribu ton, naik sekitar 8.5% dari tahun lalu sebesar 590 rb ton. Suplly bersumber dari daging lokal dan import. Khusus utk daging import 40% daging beku dan 60% sapi hidup.

Khusus utk kebutuhan daging di Jakarta sepenuhnya di supply dari luar Jakarta baik daging lokal maupun import. Penurunan penjualan daging sapi di kalangan pedagang mencapai 30-40% dan ini juga karena daya beli masyarakat yang juga rendah akibat pertumbuhan ekonomi kita yg juga rendah.

Dikala daya beli masyarakat rendah harga daging sapi stabil tinggi maka omzet pedagang pasar ikut anjlok. “Selama ini kita sudah sampaikan ke pemerintah agar benar-benar menghitung sejauh mana daging lokal mampu mensupply kebutuhan pasar dengan data yg akurat dan secara fisik dipastikan sebagai stok yang siap mensupply pasar,” katanya.

Dia menambahkan, dngan data yang akurat maka pemerintah dapat menghitung berapa yang mampu disupply daging lokal dan berapa kebutuhan import. “Kita sebenarnya berharap agar kebijakan import itu buka tutup, artinya jika stok lokal tersedia import ditutup, tapi jika memang stok lokal kurang kran impor dibuka sehingga demand dan supply selalu terjaga,” kata Sarman.

Saat ini harga daging sapi stabil tinggi karena demand dan supply tidak seimbang. Pemerintah harus segera mengambil langkah2 taktis dan strategis utk mengembalikan harga daging sapi dikisaran 90-100rb per kg.Psikologi pasar akan terganggu jika melihat stok daging sapi kita tidak mampu mensupply pasar.

Karena data stok sapi lokal ada di tangan pemerintah maka semuanya dikembalikan ke kebijakan pemerintah utk mengambil langkah taktis dan strategis, ini menyangkut kebutuhan orang banyak dan dunia usaha.

Jika memang faktanya sapi lokal kita tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar maka agar segera menambah daging import. Lonjakan harga ini murni karena pasokan yg minim sehingga kecil kemungkinan ada yang mempermainkan harga.

“Pedagang daging sangat merasakan tingginya harga karena pasokan yg minim. Dan kita melihat bahwa harga ini bukan hanya di Jakarta akan tetapi juga Jatim, Jateng, dan Jabar sebagai sentra produksi sapi juga ikut naik” katanya. Artinya, pasar benar-bemar kekurangan pasokan.

Sarman menghimbau, agar pedagang daging segera menghentikan mogok jualan karena akan mengganggu roda ekonomi khususnya pelaku usaha UKM yang membutuhkan daging sapi sebagai bahan baku seperti pedagang bakso,rumah makan padang dan warteg, catering dan UKM lainnya.

“Pemerintah juga harus segera mengambil solusi yang tepat memastikan pasokan daging ke pasar lancar sehingga harga stabil dan omzet padagang normal seperti biasa. Jika pemerintah tidak merespon cepat dikawatirkan gejolak harga ini akan berkepanjangan dan harga daging semakin naik dan ini akan menimbulkan ketidak pastian bagi pedagang, masyarakat dan dunia usaha,” kata Ketua DPD HIPPI Jakarta itu. (sar)