sapi

Ini Lima Rekomendasi YLKI Soal Kelangkaan Daging Sapi

Fokusbisnis.com, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyerukan agar pemerintah dan pihak yang berwajib menindah tegas pedagang dan importir yang mengacaukan harga daging sapi.

“Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pedagang besar dan importir, yang patut diduga memainkan harga dan pasokan daging sapi. Bahkan sengaja menimbunnya,” kata Tulus dalam siaran persnya yang diterima Fokusbisnis.com, Selasa (11/8).

Ada lima poin penting yang dicatat oleh YLKI terkait dengan kekacauan harga daging pada saat ini, yaitu :

Pertama, Pemerintah seperti tidak berdaya berhadapan dengan pelaku pasar daging sapi. Terbukti, harga daging sapi bukannya turun selepas Lebaran, sebagaimana dijanjikan pemerintah, kini harga daging sapi malah melambung tinggi, dengan kisaran Rp 120.00-140.000. Padahal biasanya hanya Rp 80.000/kg.

Kedua, Jika Menteri Pertanian mengatakan stok daging sapi cukup hingga 4 bulan, kenapa harga tidak bisa dikendalikan? Ini hal yang aneh! Mentan tidak cukup menghimbau agar pedagang daging sapi menurunkan harganya. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pedagang besar dan importir, yang patut diduga memainkan harga dan pasokan daging sapi. Bahkan sengaja menimbunnya. Gonjang-ganjing harga daging sapi, patut diduga dengan kuat karena ulah pedagang besar dan importir, agar pemerintah menambah kuota impor sapi.

Ketiga, Pemerintah harus membongkar penggelembungan harga daging sapi impor, yang kata Mentan harga asalnya hanya Rp 35.000-40.000 per kg. Kenapa harga ditangan konsumen (dalam kondisi normal), mencapai Rp 80.000-90.000 per kg? Ini jelas ada supplay chain yang tidak beres!

Keempat, Peternak sapi lokal harus diberikan berbagai insentif/subsidi, agar lebih produktif. Sehingga kita tidak perlu impor, dan mampu berdaulat daging sapi. Tanpa subsidi dan insentif pada peternak sapi lokal, maka kita akan terus bergantung pada daging sapi impor.

Kelima, Konsumen tidak perlu panik dengan melambungnya harga daging sapi. Toh banyak sumber-sumber protein lainnya yang bisa dikonsumsi, seperti daging ayam, daging kambing, ikan, telur bahkan tempe dan tahu. Jika perlu konsumen pun bisa puasa daging sapi, sampai kondisi pasokan dan harganya normal. (bud)