Presiden Indonesia Financial Care (IFC), Ahmad Hidayat

Ini Alasan IFC, Mengapa Ditjen Pajak Harus Spin Off dari Kemenkeu

Fokusbisnis.com, Jakarta – Presiden Indonesia Financial Care (IFC) Ahmad Hidayat menyatakan spin off (pemisahan organisasi) Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen) dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai dari Kementerian Keuangan RI merupakan suatu keniscayaan yang baik.

“Spin off diyakini akan meningkatkan penerimaan negara dari sektor perpajakan, karena Fungsi manajemen Dirjen pajak sebagai collection akan lebih optimal,” kata Hidayat di Jakarta, Sabtu (27/5/2017)

Menurut Hidayat, spin off ini akan membuat Kementerian keuangan yang berfungsi sebagai bendahara negara, juka akan lebih efisien menjalankan tugasnya dalam mengelola uang masuk (belanja negara).

Hidayat mempertanyakan fungsi penerimaan dan belanja yang secara bersama-bersama dijalankan oleh Kemenkeu. Padahal sektor pajak merupakan salah satu sektor penerimaan negara terbesar.

“Lebih dari 70 % penerimaan dari pajak memenuhi pos APBN. Seharusnya Dirjen Pajak diawasi langsung dan bertanggungjawab kepada Presiden,” jelas Hidayat.

Menurutnya, Presiden seharusnya dapat mengevaluasi peningkatan penerimaan sektor pajak sekaligus mengevaluasi Kemenkeu dalam pengelolaan kuangan negara, sehingga fungsinya jelas.

“Disamping pajak, ada beberapa unit dari penerimaan negara yang tidak berasal dari sektor pajak (di luar kemenkeu) yang dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sebutlah sektor migas dan unit-unit lainnya yg memberikan penerimaan negara bukan pajak,” jelas Hidayat.

Artinya, semua unit itu mempunyai fungsi yang jelas, yaitu menjaga agar penerimaan negara bisa maksimal.

“Dirjen Pajak berbeda, di satu sisi dituntut agar pendapatannya besar, tapi di sisi lain Menteri Keuangan, yang selama ini menjadi bos-nya, memberikan insentif kepada wajib pajak (objek penerimaan). Inilah yang membuat penerimaan negara tidak mencapai target yg ditentukan,” tutup Hidayat. (vin)