Indonesia Dorong D-8, Untuk Fokus Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi.

Indonesia Dorong D-8, Untuk Fokus Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

Fokusbisnis.com, Jakarta – Direktur Jenderal Multilateral, Duta Besar Hasan Kleib, mengatakan Indonesia harus mendorong negara-negara Developing-Eight (D-8) untuk kembali berfokus pada peningkatan kerja sama ekonomi melalui simplifikasi visa kepada pebisnis.

Duta Besar Hasan Kleib menegaskan bahwa peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi diantara negara anggota merupakan tujuan utama D-8. Untuk itu, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah pemberian simplifikasi visa kepada pebisnis D-8. Indonesia telah merekomendasikan langkah konkret simplifikasi visa bagi pebisnis D-8.

“Langkah dimaksud akan diawali dengan kemudahan pemberian visa kepada lima puluh pebisnis terverifikasi dari Kamar Dagang masing-masing negara anggota,” kata Duta Besar Hasan Kleib ketika membuka pertemuan the 2nd Meeting of Consular Authorities of D-8 Member States on the Implementation of Agreement on Simplification of Visa Procedure di Jakarta, seperti dikutip Halloapakabar.com, rabu (24/8/2016).

Menurutnya, melalui mekanisme ini akan mempermudah pemberian visa melakui mekanisme yang cepat dan sederhana, sementara menunggu tercapainya ratifikasi perjanjian simplifikasi pemberian bebas visa oleh seluruh negara D-8.

Sekjen D-8, Dr. Sayed Ali Mohammad Mousavi menyampaikan apresiasi atas kesediaan Indonesia untuk menjadi tuan rumah pertemuan ini. Sekjen D-8 menyampaikan harapan agar pertemuan ini dapat mencapai solusi atas tantangan yang dihadapi dalam implementasi perjanjian visa D-8 dan membahas langkah-langkah ke depan dalam proses simplifikasi pemberian visa.

The 2nd Meeting of Consular Authorities of Developing Eight (D-8) Member States on Implementation of Agreement on Simplification of Visa Procedure diselenggarakan di Jakarta, 24-25 Agustus 2016, dan dihadiri oleh perwakilan pejabat di bidang kekonsuleran negara-negara anggota D-8. Penyelenggaraan pertemuan tersebut merupakan pemenuhan komitmen Indonesia yang pernah disampaikan pada pertemuan sebelumnya di Tehran, Iran, tahun 2014. Dalam hal ini, kemudahan penerbitan visa telah menjadi salah satu pilar perjanjian D-8.

Organisasi D-8 didirikan di Turki melalui Deklarasi Istanbul pada tanggal 15 Juni 1997 dengan anggota delapan negara berkembang, yaitu Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Turki dan Pakistan. Indonesia senantiasa berperan aktif dalam mendukung penguatan organisasional D-8.

Di bawah keketuaan Indonesia (2006-2008), D-8 menetapkan D-8 Roadmap 2008-2018 yang menetapkan lima sektor prioritas kerja sama D-8, yaitu perdagangan, perindustrian & UKM, pertanian & ketahanan pangan, serta perhubungan dan energi. Melalui roadmap tersebut diharapkan perdagangan intra negara anggota dapat mencapai 15-20% dari total perdagangan dunia di akhir tahun 2018. (dan/fkb)