RI-Iran Tingkatkan Kerjasama Nanoteknologi.

Indonesia dan Iran Tinkgatkan Kerjasama Nanoteknology

Fokusbisnis.com, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Islam Iran terus mendorong penguatan kerjasama internasional di bidang nanoteknologi untuk maksud memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat menerima courtesy call perwakilan Iran Nanotechnology Initiative Council (INIC), Rabu (12/4/2017) di Jakarta.

Hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman, Sekretaris Jenderal INIC Saeid Sarkar dan Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi.

Kedatangan delegasi INIC kali ini merupakan tindak lanjut hasil kunjungan Menko Perekonomian ke Kantor INIC di Iran pada Februari lalu, serta guna membahas upaya-upaya kerjasama di bidang nanoteknologi antara Indonesia-Iran.

Menko Perekonomian menyampaikan rasa kagumnya dengan perkembangan dan pencapain Iran di bidang nanoteknologi yang bukan hanya pada penelitian namun juga telah diterapkan pada produk komersil.

“Penerapan nanoteknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah dan juga memperbaiki kualitas kehidupan manusia melalui peningkatan kualitas produk,” ungkap Menko Perekonomian.

Menurut Darmin, penting sekali mengembangkan institusi kelembagaan yang tepat untuk nanoteknologi. “Kita (Indonesia) perlu belajar itu dari Iran agar ada kemampuan mengembangkan lebih lanjut kerjasama ini nanti,” tegasnya

Disebutkan, Indonesia merupakan prioritas tertinggi bagi Iran di tengah negara Islam lainnya untuk jalinan kerjasama nanoteknologi. Nantinya prioritas industri nanoteknologi akan difokuskan pada bidang farmasi, otomotif, tekstil dan industri pengemasan (packing).

Sementara itu di bidang akademis, kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama khususnya dalam penelitian, workshop dan pertukaran mahasiswa baik di tingkat magister hingga doktoral.

Darmin berharap dengan kunjungan ini dapat membuka jalan bagi Indonesia untuk belajar dari Iran dalam pengembangan nanoteknologi, serta menghasilkan peluang-peluang kerja sama bagi kedua negara dimasa mendatang.

“Atas kerjasama yang mulai dibangun, saya yakin ini sangat berguna bagi masyarakat Indonesia dan juga manfaatnya kepada Iran,” ujarnya. (nwi)