PT Garam (Persero)

Gebrakan Bareskrim Tangkap Petinggi BUMN Diapresiasi

Fokusbisnis.com, Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menjadi target korupsi bagi para pejabat tingginya. Sabtu (10/6/2017) Direktur Utama PT Garam (Persero) Achmad Boediono ditangkap Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Achmad Boediono diduga melakukan tindak pidana penyimpangan importasi dan distribusi garam industri sebanyak 75 ribu ton dan melanggar beberapa aturan, yakni pasal 62 UU Perlindungan Konsumen, pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi, serta pasal 3 dan 5 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Ia diancam dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

“Kasus ini membuat daftar pejabat BUMN yang terjerat dalam pusaran kasus suap-menyuap semakin panjang,” kata Koordinator Forum Pedulu BUMN romafhon Jasn kepada media ini, Minggu (11/6/2017).

Sebelumnya lembaga anti rasuah KPK juga menjerat mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebagai tersangka penerima suap dalam pembelian mesin Rolls-Royce untuk pesawat Garuda dan PT PAL Firmansyah Arifin sebagai tersangka penerima suap terkait penjualan kapal ke Filipina.

Romadhon Jasn mengapresiasi pihak Bareskrim Polri dengan gebrakan menangkap petinggi BUMN. Selama ini KPK lah yang dikenal kerap melakukan operasi tangkap-tangan. Bahkan tak jarang pejabat kelas kakap dijerat KPK melalui operasi tangkap tangan. 

“Langkah Kepolisian ini tentunya berdampak baik bagi pemberantasan tindak pidana korupsi. Polri sangat profesional dan akan semakin banyak korupsi yang diungkap,” kata Romadhon.

Sebelumnya, Bareskrim Polri juga. menggeledah Kantor Pusat Pertamina terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pelepasan aset Pertamina pada 2011 berupa tanah di kawasan Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kasusnya mulai diselidiki pada Desember 2016 lalu. Kemudian penyidik menaikan status kasus ini ke penyidikan pada awal 2017.

“Banyaknya petinggi BUMN terjerat kasus suap, ini makin menandaskan bahwa BUMN memang menjadi ladang korupsi. Rini Soemarno harus bersih-bersih di kementrian nya, jangan membuat rakyat marah dan menuntut Mentri BUMN mundur karena membiarkan koruptor ada di BUMN,” katanya. (tim)