IMG-20141211-WA0001 (1)

GE Gandeng Dua Mitra untuk Bangun PLTG

FOKUSBISNIS.COM, JAKARTA – PT GE Distributed Power bersama PT Adidaya Bismawisesa Internasional dan PT Raharja Galuh Energi menggelar kerjasama dalam pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 3×3,3 Megawatt (MW). Pembangkit ini demi memenuhi kebutuhan listrik di perumahan Galuh Mas Dynamic Garden City Karawang, Jawa Barat.

Proyek pembangunan pembangkit listrik bertenaga gas (PLTG) ini kelak akan memanfaatkan teknologi combined cooling heating and power (CCHP). Pembangunan ini membutuhkan dana investasi senilai 9 juta dollar AS.

Made Wiratma, Growth and Strategy Director ASEAN GE Distributed Power mengatakan pihaknya mendukung konsep pembangunan pembangkit mulai dari pengaliran gas, hingga pendistribusian setrumnya. “Investasinya 9 juta, dollar AS dan sudah  termasuk konstruksi, solusi efesiensi, serta pengadaan teknologi,” kata dia, Kamis (11/12).

Tahapan engineering, procurement and construction (EPC) akan digelar Raharja Galuh Energi. Perusahaan ini merupakan hasiljoint venture anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), perusahaan trasporter gas dan PT Galuh Citarum, pengembang Galuh Mas Dynamic Garden City.

Sementara, untuk pengoperasian pembangkit akan dilakukan oleh PT Adidaya Bismawisesa Internasional. “Sedangkan posisi GE seperti konsultan proyek untuk memberikan dukungan sistem, serta komponen teknologi agar proyek tersebut bisa sinkron serta bisa bankable,” jelas Made.

GE juga akan menyuplai tiga unit CCHP tipe GE Jenbacher J620, yang berfungsi sebagai teknologi untuk memaksimalkan pasokan listrik dari pembangkit ke konsumen. Teknologi ini menjamin suplai setrum tetap stabil dengan hasil setrum 10 MW.

“Penggunaan mesin CCHP pada pembangkit dapat memperkecil biaya produksi listrik sekaligus mengoptimalkan suplai gas dan menstabilkan hasil setrum,” ujarnya. Harapannya, tahapan konstruksi PLTG bisa dilakukan pada pertengahan 2015.

Dia menambahkan, pembangkit tersebut akan membutuhkan gas sebanyak 2 million metric standard cubic feet per day (mmscfd) yang akan dialiri lewat pipa sepanjang 8 kilometer (km). “Kebutuhan gas sebesar 2 mmscfd yang akan diperoleh dari PT Pertagas,” ujar Made.