CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda.

Dinilai Punya Akses Cepat, Jakarta Timur Jadi Incaran Pengembang

Fokusbisnis.com, Jakarta – Jakarta Timur akan menjadi wilayah incaran pengembang untuk daerah Jakarta. Pembangunan infrastruktur menjadi faktor pendorong pengembangan perumahan di wilayah tersebut.

CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, pembangunan jalan tol di sekitar Jakarta Timur menjadi pemicu tumbuhnya sektor perumahan di wilayah tersebut. Ali mengatakan pembangunan infrastruktur akan berefek terhadap peningkatan sektor properti.

“Jakarta Timur, Titik simpul infrastruktur tumbuh, minimal 20 persen properti ikut tumbuh,” ujarnya dalam konferensi pers Rumah.Com Indonesia Real Estate Summit 2016 di Soehana Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta.

Menurutnya, hal itu terjadi, karena efek pembangunan infrastrutur. Sejumlah tol, kereta api double track, dan Light Rai Transit (LRT) akan berkembang di wilayah tersebut. Meski disisi lain, Indonesia ketinggalan 1.000 kilometer pembangunan jalan tol ketimbang Malaysia.

“Ketika pembangunan jalan Tol Jagorawi, Malaysia belum mengembangkan jalan tersebut. Dalam lima tahun ke depan, Jakarta akan dibersihkan dari wilayah industri,” ucapnya.

Pulogadung sebagai wilayah industri di Jakarta akan berpindah ke tempat lain. Bekas wilayah tersebut menjadi area lapang yang salah satunya akan digunakan untuk pembangunan tempat tinggal. Untuk Jakarta Timur, pengembang masih berkonsentrasi membangun rumah ketimbang rumah vertikal.

“Tapi suka nggak suka, kita akan tinggal di rumah vertikal. Diperkirakan pasar properti akan kembali bergairah pada 2017. Semester dua 2017, pasar properti akan mulai tampak,” ujarnya

Hal ini tidak lain karena masyarakat telah selesai mengalami masa jenuh yang terjadi 2016. Selain itu, pemerintah diperkirakan akan menurunkan suku bunga dan efek dari kebijakan Tax Amnesty.

Sementara, Wasudewan, Country Manager Rumah com mengatakan bahwa permintaan rumah di bawah 500 juta rupiah lebih meningkat ketimbang rumah di atas 500 juta rupiah. “Hal yang tidak disangka,” ucapnya.

Permintaan tersebut datang dari wilayah luar Jakarta, seperti Cikarang. Sementara, permintaan rumah-rumah secondary cukup diminati. Selain daerah Jakarta, daerah-daerah lain juga memiliki peminat, seperti Malang. Rumah com mengambil data dari banyak iklan yang dibaca oleh konsumen. (yan/fkb)