Pangeran Diponegoro.

Citra Pangeran Diponegoro Menampakkan Diri kepada Keturunan Raja di Makassar

Fokusbisnis.com, Makassar – Pahlawan nasional Pangeran Diponegoro menampakkan dirinya kepada dua keturunan raja sultan nusantara, yaitu Prof. Muhammad Asdar (Raja Bontoa Maros) dan Sultan Bangsa (salah satu Raja Bengkulu) di kompleks Benteng Rotterdam, tempat di mana Pangeran Diponegoro, termasuk keluarga dan pengikutnya ditahan.

Kedua keturunan raja di tanah kelahirannya masing-masing itu merasa terkejut dan heran, karena mereka berdua bisa menyaksikan penampakan citra Pangeran Diponegoro melalui kamera handphone milik Sultan Bangsa itu.

Berikut ini adalah rentetan peristiwa yang secara kronologis diceritakan khusus oleh Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Kraton Nusantara (ICKN) Prof. Asdar yang juga Ketua Majelis Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin kepada Pemimpin Redaksi Rajasultan.com Budi Purnomo Karjodihardjo, pada Selasa (31/1/2017) di kediamannya, di Makassar.

1. Pada hari Selasa, (24/1/2017) sekitar jam 12. 15 saya menjemput K.R.A.T. Mas’ud Thoyib Adiningrat, dan Sultan Bangsa yang baru pulang dari Palopo menghadiri acara Hari Perlawanan Rakyat Luwu di Bandara Sultan Hasanuddin.

2. Namun, berhubung penerbangan ke Jakarta jam 18 00 WIT, jadi masih ada waktu sekitar 3 jam yang bisa digunakan untuk city tour. Kemudian kami membawa beliau makan siang di Konro Karebosi, jalan Gunung Latimojong. Sehabis makan lanjut beli oleh-oleh kain khas bugis di Karya Sutra

3. Kami lanjutkan untuk mengunjungi Benteng Rotterdam, yang di pintu gerbang Benteng disambut guide seorang laki-laki dewasa – yang memberikan penjelasan tentang benteng Rotterdam. Pada kesempatan itu, kami menanyakan letak ruang penahanan Pangeran Diponegoro, dan kami ditunjukkan ruang di sudut yg masih tergembok.

4. Sang guide juga bersedia meminta kunci supaya langsung bisa masuk ruang tahanan. Setelah ruangan terbuka, kami masuk. Di situ dijelaskan bahwa di ruang inilah Pangeran Diponegoro ditahan bersama-sama 9 orang.

5. Setelah berkeliling melihat-lihat, kami keluar dari ruang bekas tahanan itu. Saya dan Sultan Bangsa ingin berfoto-foto di luar seputar kompleks, sementara Pangeran Mas’ud masih asyik berdiskusi dengan petugas di dalam.

6. Di luar kami minta guide mengambil gambar kami di halaman, posisi berdua saya dan Sultan Bangsa dengan menggunakan kamera handphone beliau. Dengan HP kamera yang sudah siap untuk digunakan dan tinggal jepret saja itulah, guide memotret.

7. Sayangnya setelah mengambil gambar, kamera tersebut ngehang alias macet, sehingga sang guide mengembalikan kamera HP kepada pemiliknya, untuk dicek hasil jepretannya dan diset ulang untuk digunakan kembali.

8. Namun alangkah kagetnya kami, ketika melihat hasil jepretan yang macet tadi. Karena yang terlihat adalah penampakkan yang sangat mirip dengan gambar Pangeran Diponegoro yang biasa kita lihat gambarnya dalam buku-buku sejarah.(lihat gambar sebelah kiri)

9. Setelah itu terjadi diskusi singkat mengapa terjadi keanehan seperti ini. Sesaat kemudian di tempat yang sama dengan gaya yang sama, kami mengambil gambar ulang, dan kali ini sukses dan lancar, sehingga foto kami berdua berhasil diambil (lihat gambar sebelah kanan)

10. Sesaat kemudian, setelah meninggalkan Benteng Rotterdam kami memutuskan untuk berziarah di Makam Pangeran Diponegoro di tempat yang berbeda, sekaligus melanjutkan perjalanan balik ke Bandara.

11. Sepanjang jalan, cerita tentang penampakan gambar Pangeran Diponegoro kenapa penampakannya bisa muncul, menjadi perbincangan kami. (tim)