Beta Indriana, Pemilik Rumah cantik Alena

Beta Indriana. Nyaris Bangkrut, Kini Sukses Raup Omset Rp 100 Juta

Fokusbisnis.com, Jakarta – Pengalaman adalah guru yang berharga, begitu kiranya yang dialami Beta Indriana. Betapa tidak, setelah usaha salon kecantikannya nyaris bangkrut, Beta kembali bangkit setelah berbagi pengalaman (sharing) dengan sesama pelaku usaha salon kecantikan dan seorang konsultan bisnis. Mengandalkan layanan Home Spa dan paket treatment, Beta sukses bangkit dari keterpurukan hingga mampu mencetak omset ratusan tiap bulannya. Mau tahu bagaiaman kisah suksesnya?

Sebagai seorang wanita, Beta Indriana yang hobi melakukan perawatan tubuh di salon kecantikan. Beta, sapaan akrabnya, tertarik membuka salon kecantikan. Menurutnya usaha salon kecantikan memiliki prospek yang sangat menjanjikan sehingga dapat menjadi tambahan pemasukan diluar gajinya sebagai karyawan, sekaligus menyalurkan hobi dan mempraktikan ilmu yang didapat dari Multi Level Marketing (MLM) kosmetik yang diikutinya.

Bermodalkan uang sebesar Rp 500 juta Beta membuka salon kecantikan yang diberi nama Rumah Cantik Aleena pada Februari 2013 dikawasan Bulak Rantai, Jakarta Timur. Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan dan kosmetik serta membeli ruko 2 lantai. “Kalau milik pribadi kan enak, tidak perlu lagi ribet-ribet dengan ongkos sewa bulan,” ungkapnya.

Hampir Bangkrut. Diawal menjalankan bisnis salon kecantikan, Beta mencoba menggabungkan dengan usaha butik muslimah. Menurutnya salon kecantikan dan butik muslimah merupakan kebutuhan wanita. “Diawal usaha saya membagi roku dua lantai tersebut dengan lantai bawah untuk butik, sedangkan lantai atas untuk salon kecantikan,” ujarnya.

Niat Beta untuk mendatangkan pendapatan lebih dengan menggabungkan dua usaha tersebut di satu lokasi rupanya jauh panggang dari api. Beta justru mengalami kerugian karena salonnya menjadi sepi pengunjung. Keberadaan butik muslimah ditenggarai mengganggu kenyaman pelanggan salon kecantikan, selain itu kurang matangnya konsep dan kesiapan manajemen menjadi alasan salon kecantikannya menjadi sepi pelanggan.

Tidak mau terus merugi, Beta memutuskan untuk menutup usaha butikya dan fokus pada usaha salon kecantikan. Meski telah menutup usaha butik muslimahnya  namun salon kecantikan miliknya belum menunjukan keuntungan yang diharapkan. Bahkan ibu satu anak ini mengaku mengalami kerugian nyaris Rp 50 juta setiap bulannya.

Sadar usahanya ini tidak berkembang Beta mencari cara menyelamatkan salonnya agar tidak bangkrut, mulai dari bertanya pada mereka yang lebih lama terjun ke usaha salon kecantikan hingga mengikuti seminar-seminar usaha. Namun ia telah melakukan beberapa terobosan tersebut, namun belum banyak perubahan di usahanya. Yang lebih menyedihkan, orang-orang terdekatnya mulai dari suami hingga orangtua yang dulu begitu mendukung berbalik meminta dirinya untuk segera menutup usahanya tersebut.

Sedih dan kecewa tentu dirasakannya Beta kala itu, bagaimana tidak usaha yang sejatinya menjadi pembuktian dirinya bisa sukses tanpa harus bekerja dengan orang lain justru porak-poranda, Meski begitu Beta tidak ingin menyerah. “Dari sana saya mencoba untuk tetap bangkit, dan belajar-belajar lagi,” ungkapnya.

Usaha Beta mulai menemui titik terang ketika bertemu seorang konsultan bisnis yang dikenalkan oleh salah satu temannya yang juga menekuni usaha salon. Dari konsultan tersebut wawasan Beta terhadap dunia bisnis mulai terbuka dan banyak mendapat ilmu yang didapatkan. Kini Beta mampu mengantongi omset tidak kurng dari Rp 100 juta/bulan. “Alhamdulillah setelah konsultasi perlahan-lahan omset usaha salon saya mulai meningkat seiring dengan semakin banyaknya pelanggan yang datang, kuncinya berikan pelayanan yang dibutuhkan konsumen. Kebetulan home spa sangat diminati konsumen yang ingin cantik tanpa ribet keluar rumah,” ujarnya

Seperti apa liku usaha yang dilalui Beta?. Simak selengkapnya di tabloid Wirauasha edisi khusus Lebaran 2015 yang bisa diperoleh di lapak koran terdekat. (dr)