Export3 750

Agar Ekspor Sukses

Konsultasi Ekspor-Impor Bersama: Amir M. S.
 

PERTANYAAN:
Pak, saya merencanakan untuk mengekspor produk kerajinan tangan kaligrafi yang saya kembangkan selama 1 tahun terakhir. Selama ini produk saya tersebut lebih banyak dipasarkan secara tidak langsung oleh beberapa teman saya yang pergi umrah dan ternyata permintaannya di luar cukup bagus. Saya melihat ada potensi pasar di luar negeri di samping pasar dalam negeri yang selama ini saya jalani, lewat sistem konsinyasi dengan beberapa pusat perbelanjaan. Apa saja yang harus diperhatikan untuk bisa melakukan ekspor dengan baik dan tidak mengalami kegagalan di tengah jalan? (Imransyah – Bandung)
 

JAWABAN:
Setiap kali melakukan transaksi ekspor, pada dasarnya para eksportir menghadapi lima masalah pokok. Kelima masalah itu adalah masalah produksi, pemasaran, penanganan ekspor, fasilitas, dan kendala. Pada edisi kali ini menjelaskan masalah produksi dan masalah pemasaran.

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus  dalam masalah produksi, yaitu desain, kapasitas produksi,  dan mutu komoditi.  Desain, tipe atau model dari suatu komoditi yang akan diekspor harus sesuai dengan perkiraan selera calon pembeli. Untuk mengetahui selera calon pembeli, minimal kita harus melakukan penelitian sederhana, misalnya dengan mengamati berbagai gambar atau model yang terdapat dalam majalah atau brosur terlebih dahulu. Untuk membuat kursi rotan misalnya, kita tidak bisa memaksakan desain atau rancangan tradisional kita kepada calon pembeli di Eropa, Amerika, atau Jepang, sebab selera apalagi postur tubuh mereka jelas tidak sesuai dengan selera atau ukuran tubuh kita. Dengan begitu perlu adaptasi model dan ukuran komoditi.

Kapasitas produksi juga jangan terlalu kecil ketimbang pesanan ekspor, sedangkan mutu komoditi  perlu ada standarisasi mutu terutama untuk produk kerajinan rakyat dan industri kecil. Sering eksportir kita mengirimkan barang contoh atau commercial sample dengan mutu yang lumayan, namun setelah pesanan diterima, barang yang dikirim ternyata tidak sesuai dengan mutu barang contoh yang menjadi landasan transaksi itu. Akibatnya timbul masalah tuntutan ganti rugi yang membawa akibat sangat buruk, antara lain citra perusahaan menjadi rusak, pembeli atau buyer akan mencari produsen lain, atau kerugian uang ganti rugi. Karena itu peranan pengawasan Mutu Terpadu atau disebut Gugus Kendali Mutu (GKM) sangat  berarti dalam menangani masalah produksi khususnya dalam menjamin standarisasi mutu komoditi ekspor.

Kedua, masalah pemasaran merupakan kunci keberhasilan  ekspor. Produksi yang berlimpah tidak akan ada artinya kalau tidak ada pembeli. Tetapi menemukan pembeli juga bukan  pekerjaan gampang. Kita dihadapkan pada dua hal pokok yang harus dicari solusinya, yaitu menentukan pasar atau calon pembeli dan kedua menentukan saluran pemasaran (marketing channel). Menentukan pasar dilakukan dengan cara melakukan penelitian sederhana tentang permintaan potensial terhadap satu komoditi, terhadap saingan potensial komoditi kita, dan terhadap mutu komoditi misalnya meneliti sisi pengepakan yang cocok untuk ekspor. Menentukan pasar juga perlu sistem promosi yang tepat lewat media massa, atau bahan bantuan promosi misalnya brosur. Selain itu dengan menentukan kebijakan harga disesuaikan dengan: harga pasar yang berlaku di tempat tujuan di negara pembeli, harga dumping, harga subsidi dan fasilitas negara pembeli seperti GSP (Subsidized Price), dan dengan cara menambah biaya produksi dengan persentase keuntungan (Cost Plus Mark Up).
 

Amir M. S., Praktisi Ekspor-Impor, Telp. 021-7203788